Bukan Pasrah Hanya Berserah, Biar Allah yang Mengatur Bagaimana Baiknya Karena Sudah Lelah Dengan Harapan yang Dibuat Sendiri

Semakin dewasa semakin sadar bahwa hidup itu lebih baik dibiarkan mengalir apa adanya. Sudah tidak mau terlalu suka apalagi berharap kepada sesama manusia. Sudah lelah dengan keadaan yang itu-itu saja, tidak mau berekspektasi apa-apa. Ada yang datang silahkan, mau pergi juga tidak masalah,  saat ini sudah tidak mau dipusingkan dengan orang-orang yang tidak mau menetap dan tidak bisa menerimaku. Cukup belajar dari kesalahan pernah perharap tapi dipatahkan pernah bertahan tapi tak diharapkan dan pernah berjuang tapi tak dihargai. Sekarang sudah berada di titik pasrah dan berharap yang terbaik saja. 

1. Semakin Kesini Semakin Sadar Bahwa Kekecewaan Tercipta Dari Harapan yang Dibuat Sendiri

Semakin berharap kepada manusia maka semakin dalam kekecewaan yang diharapkan. Jadi untuk sekarang dan kedepannya lebih baik tidak berharap kepada siapa-siapa, cukup berdoa meminta yang terbaik tanpa merasa memiliki dan mengkhususkan satu nama. Jika memang menjadi kebaikan dunia akhirat dan memang jodoh yang sudah tertulis semoga Allah memberi kemudahan, keyakinan tanpa keraguan sedikitpun. 

2. Manusia Memang Tempatnya Memberi Luka, Kecewa dan Air Mata

Sudah tak perlu terlalu percaya pada siapapun yang datang dengan segala ucapan manisnya. Percayalah hanya ketika dia memantapkan diri dan dengan gagah menghadapi orang tuamu. Memintamu dengan niat baik, sebelum itu alangkah lebib baik tidak perlu menaruh kepercayaan penuh dan berharap dia akan menjadi milikmu. Karena nyatanya manusia memang tempatnya memberi luka, membuatmu kecewa dan membuatmu menangis menginat janji-janjinya. Kamu sudah melewati masa itu, jadi tidak perlu mengulanginya lagi. 

3. Ketahuilah Hati Manusia Itu Mudah Berbolak-balik, Saat Ini Berjanji Besok Mengingkari 

Bukankah sudah terlalu sering melihat manusia berubah tanpa alasan meski awalnya berjanji tanpa adanya paksaan. Bukankah sudah terlalu sakit ketika percaya namun akhrinya justru menyakiti. Awalnya begitu mengebu mengejarmu tapi setelah mendapatkan hatimu tiba-tiba berubah menjauh dan pergi tanpa sepatah kata. Dia yang awalnya mengatakan sangat menyayangimu buktinya pergi tanpa memikirkan perasaanmu. Dia yang berjanji untuk selalu ada untukmu bahkan belum lama janji itu diucapkan orangnya sudah pergi duluan. Maka berhenti percaya dengan omong kosongnya, cukup percaya pada dia yanh berani membuktikannya. 

4. Hati Akan Menjadi Lebih Tenang Saat Menggantungkan Harapan Hanya Kepada Allah Saja

Ternyata benar, hati jauh lebih tenang saat tidak suka sama siapa-siapa dan tidak berharap pada manusia. Ada ketenangan yang tak bisa dijelaskan ketika harapan itu hanya tertuju kepada Allah saja. Semua kekecewaan simpan sebagai pelajaran terbaik untuk diri sendiri menjadi lebih baik. Sudah capek berharapnya, sudah lelah disakiti maka saat ini waktunya hanya pasrah kepada Allah saja. Justru dengan pasrah dan tidak berharap kepada manusia malah lebih tenang dan bahagia. 

5. Biar Allah yang Mengatur Gimana Baiknya dan Endingnya Dengan Siapa

Tugasku hanya berbenah, bertumbuh menjadi manusia yang lebih baik lagi, lebih tawakal dan istiqomah. Masalah jodoh aku pasrahkan kepada Allah, aku yakin jodohku bukanlah sembarang orang, sehingga aku harus memantaskan diri agar ketika waktunya bertemu ia menemukanmu dalam versi terbaikku. Biar Allah yang mengatur bagaimana baiknya, aku percaya Allah tidak akan salah dalam memberikan jodoh. Allah pasti akan memberikan jodoh pilihan terbaik yang akan menjadi teman dalam kebaikan dan menuntun dalam ketaatan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *