Bukan Dia Tidak Menginginkanmu, Hanya Saja Allah Tidak Menggerakkan Hatinya Untuk Memilihmu

Ketika seseorang yang kamu cintai pergi nyatanya dia tidak benar-benar pergi.  Hanya saja Allah sudah membolak-balikkan hatinya untuk tidak menetap denganmu. Kekecewaanmu,  rasa sakitmu hanya peneliaanmu sebagai manusia.  Pada sadarnya dia pergi hanya karena Allah sudah menggerakan hatinya untuk menjauh darimu yang bukan takdirnya.  Dia bukan untukmu, tak peduli sudah berjanji sehidup semati dia tetap akan pergi dan mengingkari. 

1. Relakan, Kamu Tidak Bisa Menahan Hati yang Sudah Bertekat Untuk Pergi


Semua kesedihanmu hanya sementara. Lebih baik kehilangan saat ini dari pada nanti yang hanya akan menambah sakit hati. Tak ada yang bisa kamu lakukan selain merelakan.  Sebab hatinya sudah Allah gerakkan untuk menjauh darimu. 

2. Waktu Bersamamu Sudah Habis 


Jika dia pergi padahal kamu sangat ingin bersamanya, itu artinya waktumu sudab habis dengannya. 
Kamu bukan bagian dari hidupnya lagi, sehingga ia melepaskan diri untuk berjalan menuju seseorang yang sudah ditakdirkan. 

3. Dia Berjalan Menuju Takdirnya Sendiri


Tak ada yang salah,  semua hanya tentang takdir. Baik kami atau dia sama-sama berjalan menuju takdirnya masing-masing. Dia akan menemukan takdirnya, kamu pun sama. Maka berhentilah meratapi kepergiannya. 

4. Sekuat Apapun Menahan Jika Bukan Jodoh Akan Mencari Jalan Keluarnya Sendiri 


Ingatkah bahwa apapun yang tidak ditakdirkan menjadi milikmu akan mencari jalan keluar untuk pergi meninggalkanmu tak peduli kamu menahan begitu kuat agar tetap denganmu. Begitu pula sebaliknya, yang menjadi milikmu akan mencari jalan untuk sampai kepadamu tak peduli betapa sulit perjalanan yang harus ditempuh. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *