Biar Allah yang Atur Gimana Baiknya, Aku Akan Berusaha Menerima dan Menjalaninya

Dengan penuh kesadaran aku hanya manusia biasa yang tidak bisa menentukan semua keinginan sejalan dengan kehendak Allah. Adakalanya yang aku inginkan tidak sesuai kenyataan. Adakalanya aku merasa sedih saat yang aku dapatkan tidak sesuai harapan. Namun dari semua kekecewaan dan kesedihan yang dialami membuatku sadar bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang memasrahkan seluruh hidup dan matinya hanya kepada Allah. 

1  . Sudah Terlalu Sering Kecewa, Akhirnya Disadarkan Hanya Kepada Allah Boleh Berharap 


Sudah cukup berharap kepada manusia dan hasilnya selalu kecewa. Meski terkadang dibuat bahagia tapi setelahnya pasti dibikin sedih dan sakit hati. Bahkan jika dihitung akan lebih banyak merasakan kesedihan dari pada kebahagiannga. Sehingga mulai belajar untuk tidak berharap kepada manusia lagi. 

2 . Sudah Terlalu Sering Sedih Hanya Karena Sikap Orang Lain yang Tidak Sesuai Keinginan 

Tentu tidak pernah mudah membiaskan diri berhenti untuk berharap kepada manuis. Namun karena tidak ingin mengalami hal yang sama dan terus-menerus mau tidak mau hati harus dilatih untuk tidak berharap kepada siapapun lagi. Bukankah sudah terlalu sering dipatahkan dengan sikap orang lain yang tak bisa menghargai padahal sudah mencintai dengan setulus hati. 

3 . Sudah Terlalu Capek Merasakan Sakit Hati Oleh Keadaan yang Sama dan Berkali-kali


Bukan tidak memiliki keinginan untuk dibahagiakan, namun sudah terlalu capek dengan keadaan. Keadaan yang sama atau yang lebih parah dikecewakan oleh orang yang sama hingga berkali-kali. 

4 . Pada Akhirnya Hanya Pasrah dan Berserah, Biarkan Allah yang Memandunya

Ternyata, langkah kaki tidak pernah tahu kemana arahnya. Tempat yang ingin dituju justru tidak sampai kepadanya. Namun terkadang tiba-tiba langkah kaki berada ditempat yang tidak pernah di duga sebelumnya. Seperti mimpi bahkan sering bertanya kenapa bisa sampai ke tempat ini. Sehingga memasrahkan sepenuhnya kepada Allah jauh lebih baik. 

5 . Biarkan Allah yang Mengatur Gimana Baiknya,  Semoga Apapun Aku Bisa Menerimanya


Biar tidak mudah kecewa dan sakit hati, saat ini sudah berada di titik menggantungkan semua kepada Allah. Apapun itu biar Allah yang memandunya, apapun itu biar Allah yang mengatur bagaimana baiknya. Aku, hanya ingin mengikuti jalan Allah dan mau berusaha untuk menerinya dengan hati yang ikhlas.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *